Dalam
gelap aku masih menatap. Kegelapan yang hanya ada hitam pekat tanpa ada warna
lain. warna? Ya warna yang dulu sempat diberi oleh seorang pembawa lentera.
Warna merah emas kegelapan. Warna yang menciptakan keremangan dalam gelap. Aku
sangat menikmati warna itu. Ah pembawa lentera itu lagi.
Pembawa
lentera. Ya pembawa lentera. Sosok gelap dengan cahaya lentera disekelilingnya.
Yang entah sejak kapan duduk disebelahku yang memberi cahaya remang indah itu
padaku. Memberikanku rasa nyaman yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Pembawa
lentera yang memberikan pundaknya untukku bersadar, merenggangkan tangannya
untuk memelukku erat. Hal yang belum pernah kulakukan karena aku terbiasa sendiri tanpa pegangan dari apapun atau siapapun.
Comments
Post a Comment