Perempuan ini sedang berangan tentang seandainya.
Perempuan ini sedang dalam pengharapan.
Perempuan ini sedang mencarimu.
Belakangan ini dia membisu dari dunia yang dia kenal.
Menjauh dari semua yang dia punya.
Hanya agar dia bebas untuk berangan, berharap, dan mencari.
dia terlalu nyaman berbicara pada dirinya yang sedang sekarat lagi.
Tapi dia tidak pernah sadar.
Ah, persetan tentang dirinya yang sedang sekarat. Apa pedulimu?
Dia hanya butuh beberapa minuman agar hilang sadar.
Atau tetap setia dengan cangkir cangkir kopinya agar tetap sadar?
Kau yang menentukan, apa yang harus perempuan ini miliki.
Aku jadi ingat ketika aku hilang sadar karenamu saat dulu.
Kau membawaku bermimpi indah pada akhirnya.
Bukan. Padahal yang kuinginkan adalah mimpi buruk.
Persetan tentangmu.
Saat ini biarkan perempuan ini yang bermain.
Ingatkan dia tentang aturannya. .
Sebentar lagi perempuan ini akan menjadi pemain yang lebih menakjubkan dariku.
Percaya saja!
Perempuan ini sedang dalam pengharapan.
Perempuan ini sedang mencarimu.
Belakangan ini dia membisu dari dunia yang dia kenal.
Menjauh dari semua yang dia punya.
Hanya agar dia bebas untuk berangan, berharap, dan mencari.
dia terlalu nyaman berbicara pada dirinya yang sedang sekarat lagi.
Tapi dia tidak pernah sadar.
Ah, persetan tentang dirinya yang sedang sekarat. Apa pedulimu?
Dia hanya butuh beberapa minuman agar hilang sadar.
Atau tetap setia dengan cangkir cangkir kopinya agar tetap sadar?
Kau yang menentukan, apa yang harus perempuan ini miliki.
Aku jadi ingat ketika aku hilang sadar karenamu saat dulu.
Kau membawaku bermimpi indah pada akhirnya.
Bukan. Padahal yang kuinginkan adalah mimpi buruk.
Persetan tentangmu.
Saat ini biarkan perempuan ini yang bermain.
Ingatkan dia tentang aturannya. .
Sebentar lagi perempuan ini akan menjadi pemain yang lebih menakjubkan dariku.
Percaya saja!
Comments
Post a Comment