Skip to main content

Halo Nona

halo Nona. 

lama tak berjumpa.
sudah lama saya tidak mendrngar cerita nona.
saya lihat nona tidak seperti biasanya,
kemana rambut panjang nona? 
saya tau, nona sedang menggila bukan? 
apa karena tuan? 

oh

sepertinya malam ini lagi lagi nona bertingkah aneh.
saya tau, diam diam nona merasa bersalah. 
lagi dan lagi nona melalukan hal bodoh.

yaaaa saya tau nona.
nona mungkin kehilangan tuan bukan?
yaaa saya mengerti. 
bibir merah nona sudah tak lagi menarik,
tubuh molek nona juga sudah tak lagi menggoda. 

ah bodohnya Nona. 

saya tau. 
setelah baru saja nona merasa senang
sekali lagi nona harus menanggung derita. 
mungkin akan kehilangan tuan. lagi. 
terseok dalam ruang kosong yang ada dalam tubuh nona. 

tidak apa apa nona. 
saya akan menuliskan setiap cerita nona. 

oh. 

saya tau, nona ingin bersama tuan?
sudahlah nona, Tuan sedang sibuk. 
berharap saja tuan tidak pergi. 
hanya sedang bersiap diri untuk nona. 

masih banyak tempat untuk nona menemukan tuan tuan lain.
ya saya tau nona baru saja nyaman.
lalu harus merelakan nyaman itu.
nona sedang tidak ingin tuan yanv lain? 
baiklah, setidaknya tuan masih disini.
hanya menguji tangguhnya nona.
tuan sedang menyiapkan kejutan untuk nona. 
bersabarlah nona.

nona nona
mengapa nona terlalu bodoh.

sial. rasa rasanya saya mulai menggila lagi .
maaf nona. 
ingin tersedu kah?

Comments

Popular posts from this blog

Illusion

I am the most miserable. Why ? you know my figure is someone who have so many dreams. And always doing whatever i want as much as possible. I always laugh out load that i could. Or run and jump as i want.  Even,  I please speak with invective. Bad indeed, but it was feel better than now. Now, I’m just sit and  stare blankly to  all directions. Silence without a cup of coffee like  normally. There are just some fucking papers that contains scratch without clarity. Or, when I'm just sitting among the noisy sound that pierced my ears. It's annoying because my lips can’t speak as usual. Even, to greet them were sickening.  I am very lazy. It’s NOT me. But, here i am now. Only talking with myself without voice anymore. I’m gonna insane. But, i really really lost my directions. Even to speak, i don’t know how to do it. I asked. Where it was started? Silence, Quiet, I remember, the last time i has my voice is when my last trip. ...

Dia, di pojok bayangan

            Saya telah kehilanga dia lagi. Bodohnya saya. Membiarkan lagi dan lagi merasa hal yang tidak menyenangkan. Terbuang             Bukankah begitu? Jadi jalang sangat menyakitkan. Tapi entah mengapa saya menikmatinya. Berkali-kali saya menyakinkan diri untuk berhenti. Namun mereka terlalu sayang untuk diabaikan.             Saya memang bodoh bagi kalian. Merelakan ‘tubuh’ saya untuk ‘dijual’. Saya akui itu. Tapi saya tidak pernah bosan untuk berpura-pura tersenyum pada kalian yang selalu merendahkan saya. Meremehkan saya untuk banyak hal yang memang tidak ingin saya lakukan. saya tidak peduli kalian senang atau tidak. Saya tidak peduli kalian marah atau kecewa. Saya tidak peduli.             Saya peduli pada dia. dia yang terluka. dia yang menderita. dia yang sendiri. dia ...

tentang Rindu

Malam itu untuk pertama kalinya kudengar tentang rindu. Rindu dalam arti yang sebenar-benarnya. Dia datang dibawah remangnya cahaya bulan,  aku hanya diam memandangnya.  Berharap ia tak benar-benar datang ke sisiku. Aku membisu menyembunyikan diriku dalam bayangan gelap. Berusaha agar tak terlihat.             Ternyata usaha ku sia-sia. Dia bisa menemukanku dalam bayangan sang gelap. Senyumn samarnya menyapaku. Senyum yang sudah sekian lama kuhindari. Saat itu juga aku sadar bahwa aku sungguh merindu.             Rindu lengannya yang sering menjadi bantal tidurku saat aku sedang direngkuh semesta. Rindu suaranya yang sering bernyanyi bersama ombak. Rindu bibirnya yang selalu tersenyum menyapaku dan dengan angkuhnya menciumku. Rindu dingin tubuhnya yang menjadi cerita paling menyenangkan saat aku butuh  cerita menakjubkan       ...