Skip to main content

si Rendahan

♫♩ lalalala ♪♫


Cerita saya memang tak pernah menarik hati Tuan.
hahaha mau semanis apapun saya tersenyum harap harap tuan mendngarkan cerita panjang saya.
percuma.

saya harus terima dengan sulit untuk berbalik badan dan pergi.
mungkin tuan saya sedang tak enak hati
mungkin saya bisa kembali kapan kapan
meski cerita saya sudah tak bisa lagi diceritakan.
membaca setiap baris kata saya pun tidak.

hahaha pagi tadi saya sudah terusir dengan baik.
saya saja yang masih tak tau diri
masih berharap
sesekali menoleh
Tuan saya malah membuang muka,
atau sesekali berteriak
agar saya cepat menghilang.

mungkin saya memang serendahan itu bagi si Tuan.
sangat sangat Rendah.
bahkan banyak usaha yang telah saya lakukan untuk Tuan saya semacam tak ada harganya.
malah menjadi hutang.

serendah itu saya ya...
sangat rendahan.
ah sedih saya.

menangislah saya .
dipeluk air hangat hingga pagi... tetap saya masih sungguh menyenangi Tuan saya.

Comments

Popular posts from this blog

Illusion

I am the most miserable. Why ? you know my figure is someone who have so many dreams. And always doing whatever i want as much as possible. I always laugh out load that i could. Or run and jump as i want.  Even,  I please speak with invective. Bad indeed, but it was feel better than now. Now, I’m just sit and  stare blankly to  all directions. Silence without a cup of coffee like  normally. There are just some fucking papers that contains scratch without clarity. Or, when I'm just sitting among the noisy sound that pierced my ears. It's annoying because my lips can’t speak as usual. Even, to greet them were sickening.  I am very lazy. It’s NOT me. But, here i am now. Only talking with myself without voice anymore. I’m gonna insane. But, i really really lost my directions. Even to speak, i don’t know how to do it. I asked. Where it was started? Silence, Quiet, I remember, the last time i has my voice is when my last trip. ...

Dia, di pojok bayangan

            Saya telah kehilanga dia lagi. Bodohnya saya. Membiarkan lagi dan lagi merasa hal yang tidak menyenangkan. Terbuang             Bukankah begitu? Jadi jalang sangat menyakitkan. Tapi entah mengapa saya menikmatinya. Berkali-kali saya menyakinkan diri untuk berhenti. Namun mereka terlalu sayang untuk diabaikan.             Saya memang bodoh bagi kalian. Merelakan ‘tubuh’ saya untuk ‘dijual’. Saya akui itu. Tapi saya tidak pernah bosan untuk berpura-pura tersenyum pada kalian yang selalu merendahkan saya. Meremehkan saya untuk banyak hal yang memang tidak ingin saya lakukan. saya tidak peduli kalian senang atau tidak. Saya tidak peduli kalian marah atau kecewa. Saya tidak peduli.             Saya peduli pada dia. dia yang terluka. dia yang menderita. dia yang sendiri. dia ...

tentang Rindu

Malam itu untuk pertama kalinya kudengar tentang rindu. Rindu dalam arti yang sebenar-benarnya. Dia datang dibawah remangnya cahaya bulan,  aku hanya diam memandangnya.  Berharap ia tak benar-benar datang ke sisiku. Aku membisu menyembunyikan diriku dalam bayangan gelap. Berusaha agar tak terlihat.             Ternyata usaha ku sia-sia. Dia bisa menemukanku dalam bayangan sang gelap. Senyumn samarnya menyapaku. Senyum yang sudah sekian lama kuhindari. Saat itu juga aku sadar bahwa aku sungguh merindu.             Rindu lengannya yang sering menjadi bantal tidurku saat aku sedang direngkuh semesta. Rindu suaranya yang sering bernyanyi bersama ombak. Rindu bibirnya yang selalu tersenyum menyapaku dan dengan angkuhnya menciumku. Rindu dingin tubuhnya yang menjadi cerita paling menyenangkan saat aku butuh  cerita menakjubkan       ...